Luka Biru

Di ujung jalan malam
Sang penari bersemedi di perapian ujung tanggal
Tak henti-henti dia bersenandung
Menyanyikan syair pelipur luka
Mulutnya berdendang mengikuti lantunan

.

Dia bisu dalam hening di tengah hingga bingar
Matanya nanar
Hatinya pilu
Rambutnya basah karena keringat
Telinganya tak ingin mendengar suara

.

tak ada yang merasakan kegetiran yang ia rasakan
hanya sebuah luka biru
yang tertanam di hati dan telah lama mati

JY
04/02/07

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Maaf. Proteksi konten.